9 Merek Pembalut Wanita dan 7 Pantyliner Picu Kanker Serviks

9 Merek Pembalut Wanita dan 7 Pantyliner Picu Kanker Serviks

Obat Kanker Serviks Tradisional9 Merek Pembalut Wanita dan 7 Pantyliner Picu Kanker Serviks,- Setiap bulan diperkirakan 1,4 miliar pembalut digunakan oleh para perempuan di seluruh Indonesia. Sayangnya, semua merek yang beredar mengandung bahan kimia berbahaya yakni klorin.

“Dari 9 merek pembalut dan 7 merek pantyliner, semua mengandung klorin dengan rentang 5-55 ppm (part per million),” kata Ilyani S Adang, anggota Pengurus Harian YLKI (Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia).

Kandungan ini, dalam jangka pendek bisa memicu iritasi pada kulit di sekitar kemaluan. Sedangkan dalam jangka panjang, akumulasi dampaknya bisa memicu kanker serviks dan gangguan fertilitas atau kesuburan.

Dalam proses produksi pembalut dan pantyliner, klorin digunakan sebagai pemutih. Sayangnya, SNI (Standar Nasional Indonesia) memang tidak mengatur bahwa produk-produk tersebut harus bebas klorin.

“Kita mendorong SNI agar memasukkan klorin sebagai salah satu persyaratan,” kata Tulis Abadi, Ketua Pengurus Harian YLKI.

Selain mengandung klorin dengan berbagai kadarnya, beberapa produk pembalut dan pantyliner juga tidak mencantumkan tanggal kedaluarsa. Beberapa juga menggunakan kode registrasi dari Dinas Kesehatan, yang merupakan kode lama yang sudah tidak digunakan.

“Ini juga bisa dipertanyakan apakah izinnya masih berlaku,” tambah Arum Dinta, peneliti YLKI yang melakukan riset tentang pembalut dan pantyliner sejak Desember 2014.

YLKI mengklaim telah mengirimkan temuan ini ke para produsen. Dari surat tanggapan yang masuk, beberapa produsen mengaku tidak tahu karena bahan yang digunakan merupakan bahan impor. Sementara PT Softex Indonesia melakukan uji ulang pada produk Softex Deluxe Maxi Wing dan Softex Ultra Maxi Wing, keduanya memberikan hasil negatif. Sedangkan PT KAO Indonesia belum memberikan tanggapan ketika ditanya tentang temuan YLKI ini.

Tulus Abadi, Ketua Harian YLKI menyebut SNI (Standar Nasional Indonesia) memang tidak mengatur bahwa produk-produk tersebut harus bebas klorin. Oleh karenanya, YLKI mendorong SNI agar segera mengaturnya karena klorin punya dampak negatif bagi kesehatan organ reproduksi perempuan.

Selengkapnya, berikut ini temuan YLKI pada 9 merek pembalut dan 7 merek pantyliner yang dijual di Indonesia.

Pembalut:

  • CHARM, PT Uni Charm Indonesia, klorin 54,73 ppm
  • Nina Anion, PT Panca Talentamas, klorin 39,2 ppm
  • My Lady, PT Sehat Anugerah Perhasa, klorin 24,44 ppm
  • VClass Ultra, PT Softex Indonesia, klorin 17,74 ppm
  • Kotex, PT Kimberly Clark Indonesia, klorin 8,23 ppm
  • Hers Protex, PT Multi Duta Utari, klorin 7,93 ppm
  • LAURIER, PT KAO Indonesia, klorin 7,77 ppm
  • Softex, PT Softex Indonesia, klorin 7,3 ppm
  • Sotness Standard Jumbo Pack, klorin 6,05 ppm

Pantyliner:

  • V Class, PT Softex Indonesia, klorin 14,68 ppm
  • Pure Style, PT Uni Charm Indonesia, klorin 10,22 ppm
  • My Lady, PT Sehat Anugerah Perkasa, klorin 9,76 ppm
  • KOTEX Fresh Liners, PT Kimberly Clark Indonesia, klorin 9,66 ppm
  • Softness Panty Shields, PT Softness Indonesia Indah, klorin 9,00 ppm
  • CareFree superdry, Johnson & Johnson Indonesia, klorin 7,58 ppm
  •  LAURIER Active Fit, PT KAO Indonesia, klorin 5,87 ppm.

Sumber: Obat Kanker Serviks Tradisional

07 Dec 2015

Wanita Masih Dapat Bercinta Setelah Operasi Kanker Serviks

Wanita Masih Dapat Bercinta Setelah Operasi Kanker Serviks

Obat Kanker Serviks TradisionalWanita Masih Dapat Bercinta Setelah Operasi Kanker Serviks,- Sebagian dari wanita yang menjalani operasi pengangkatan kanker leher rahim (serviks) sering beranggapan dirinya tidak akan dapat berhubungan seksual kembali. Tentu saja itu pendapat yang tidak benar.

“Itu tidak benar, dan hanya mitos. Sebab yang diangkat adalah rahim dan kandung telur, bukan vagina,” kata Ahli Kanker dan Ginekologi Gleneagles Hospital Singapore, Dr. Chia Yin Yin.

Lebih lanjut Dr. Chia Yin Yin mengungkapkan bahwa kebanyakan operasi kanker serviks hanya melibatkan pengangkatan rahim dan kandung telur. Sedangkan fungsi seksual itu tergantung pada vagina dan bukan dari rahim, leher rahim, atau kandung telur.

“Rahim merupakan organ yang sangat kecil, dan hanya menempati sedikit tempat dalam panggul. Secara alami, lipatan usus akan turun dan berada di tempat tersebut. Kebanyakan wanita tidak merasakan perbedaan sebelum dan sesudah pengangkatan rahim,” kata Dr. Chia melanjutkan.

Pun dengan mitos yang berkembang yang mengatakan bahwa seorang wanita tidak akan dapat memiliki anak usai melakukan operasi kanker serviks. Dr. Chia menjelaskan, ada teknik bedah baru yang memungkinkan dokter mengangkat hanya penyakitnya saja, mempertahankan rahim, dan kandung telur. Untuk kanker rahim, lanjut dia, tersedia terapi hormon baru yang efektif. Pada kasus tertentu, stadium dini, rahim dan sisa kandung telur dapat dipertahankan.

“Teknologi reproduksi baru memungkinkan untuk mempertahankan kandung telur dan telur di masa mendatang. Kemajuan dalam bidang Kemoterapi membuat pilihan mempertahankan kesuburan dimungkinkan pada kasus-kasus yang di masa lalu tidak memungkinkan,” kata Dr. Chia lagi.

Sumber: Obat kanker Serviks Tradisional

01 Dec 2015

Manfaat Sunat Kurangi Risiko Penularan HIV dan Kanker Serviks

Manfaat Sunat Kurangi Risiko Penularan HIV dan Kanker Serviks

 

Obat Kanker Serviks TradisionalManfaat Sunat Kurangi Risiko Penularan HIV dan Kanker Serviks,- Pria memang dianjurkan untuk menjalani khitan, bahkan ketika mereka sudah dewasa sekalipun. Pasalnya, khitan memiliki beragam manfaat bagi kesehatan, mulai dari mengurangi risiko penularan HIV, penyakit menular seksual (PMS) hingga risiko kanker serviks pada wanita.

dr Muhammad Zaiem menjelaskan umumnya kuman dan virus akan bersarang di lipatan penis bagian dalam. Jika tidak dibersihkan, kuman, bakteri, dan virus tersebut akan menginfeksi tubuh pria. Nah, dengan sunat atau khitan, proses membersihkan lipatan penis bagian dalam akan lebih mudah.

“Sunat pada dasarnya memotong atau menghilangkan seluruh atau sebagian kulit yang hanya menutupi kepala penis. Setelah kulit dibuang, kepala penis lebih mudah terlihat dan dibersihkan,” tutur dr Zaiem.

Dengan terjaganya kebersihan area kepala penis dan lipatan kulit dalam, area genital pria bia terbebas dari infeksi kuman, bakteri, dan virus. Termasuk juga risiko terinfeksi virus herpes dan Human papillomavirus (HPV).

“Rekomendasi WHO dan jurnal-jurnal internasional menyebutkan bahwa jika pria dikhitan, risiko pasangan wanita terinfeksi HPV berkurang sampai 28%. Berarti bisa dikatakan kalau khitan juga bisa menurunkan risiko wanita terkena kanker serviks kan. Prinsipnya ketika kulup dihilangkan sebagian, tidak ada lagi tempat bersarang bagi kuman, virus, dan bakteri,” terang dr Zaiem.

Pada penis yang belum dikhitan, kerap dijumpai smegma atau kotoran berwarna putih yang mudah dibersihkan. Nah, smegma tersebut adalah kotoran-kotoran yang terdiri dari kuman dan bakteri yang ‘bersemayam’ di area kepala penis dan lipatan kulit dalam. Jika tak dibersihkan, smegma bisa berwarna hitam dan lengket. Padahal, seharusnya, kuman dan bakteri yang ada di kepala dan lipatan kulit dalam penis harus dibuang.

“Kalau dalam kondisi penis seperti itu, si pria menikah dan melakukan hubungan intim, bukan nggak mungkin kuman dan bakteri yang tersembunyi tadi berpindah ke vagina si istri kan,” kata dr Zaiem.

Nah, manfaat sunat lainnya bagi kesehatan pria yakni menurunkan risiko terinfeksi HIV, bahkan sampai 50-60 persen menurut data WHO. Mengurangi risiko penularan herpes genital, kemungkinan HPV berubah menjadi kanker, serta terjadinya risiko vaginosis bakteri. Khitan pada pria dewasa juga berpengaruh pada aktivitas di ranjang.

“Secara umum, anatomi penis terdiri dari eksternal dan internal. Nah, penis termasuk bagian eksternal tapi kalau nggak bersih, bisa berefek pada bagian internal penis. Misalnya secara langsung bisa terjadi infeksi saluran kencing atau dalam waktu lama bisa menimbulkan gangguan pada prostat,” tutup dr Zaiem.

Sumber: Obat Kanker Serviks Tradisional

30 Nov 2015

Hati-hati Pria Bisa Kena Kanker Penis karena Virus Kanker Serviks

Hati-hati Pria Bisa Kena Kanker Penis karena Virus Kanker Serviks

Obat Kanker Serviks TradisionalHati-hati Pria Bisa Kena Kanker Penis karena Virus Kanker Serviks,- Kanker serviks merupakan kanker pada leher rahim wanita yang disebabkan oleh infeksi Human Papillomavirus atau HPV. Meski tak seganas pada tubuh wanita, HPV juga bisa menyebabkan kanker penis pada pria.

Kanker serviks merupakan kanker yang bisa menular dan paling banyak ditularkan melalui hubungan seksual. Penyebabnya adalah Human Papillomavirus (HPV) dan kelamin pria bisa jadi pembawa dan sarana penularannya.

Virus ini bermacam-macam tipe, tetapi yang mempunyai potensi menimbulkan kanker serviks adalah sekitar 20 tipe dan diantara yang tersering dan berisiko tinggi adalah tipe 16 dan 18 (80 persen penyebab kanker serviks).

“Kanker serviks itu penyakit menular dan termasuk penyakit menular seksual karena paling sering ditularkan dari hubungan seks,” ujar dr Fitriyadi Kusuma, SpOG (K), konsultasi kanker kandungan dan staf pengajar FKUI di Divisi Onkologi Ginekologi Departemen Obstetri dan Ginekologi.

Menurut dr Fitriyadi, HPV yang menyebabkan kanker serviks pada wanita juga bisa menyebabkan kanker penis pada pria. Namun risikonya tak terlalu besar.

“Pada pria bisa menyebabkan kanker penis tapi tidak terlalu besar. Pada wanita 99 persen menyebabkan kanker serviks, tapi pada pria 42 persen yang jadi kanker penis. Karena itu, pria juga perlu divaksin HPV, vaksinnya sama dengan wanita,” lanjut dr Fitriyadi.

Meskipun HPV bisa menempel di kulit atau organ genital pria, tapi virus ini tidak akan menjadi berbahaya seperti ketika berada di serviks (leher rahim) wanita. Hal ini karena leher rahim bersifat lebih peka terhadap virus HPV ketimbang kulit tubuh atau penis pria.

Sumber: Obat Kanker Serviks Tradisional

28 Nov 2015

Alasan Calon Pengantin Wanita Wajib Vaksin HPV

Alasan Calon Pengantin Wanita Wajib Vaksin HPV

Obat Kanker Serviks TradisionalAlasan Calon Pengantin Wanita Wajib Vaksin HPV,- Sebagai calon pengantin, Anda jangan hanya memikirkan kesiapan untuk melakukan pesta pernikahan. Namun Anda juga perlu melakukan cek kesehatan, seperti melakukan vaksin Human Papilloma Virus (HPV), agar bisa menangkal penyakit kanker serviks.

Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi, dr Andi Darma Putra SpOG(K) menjelaskan seberapa pentingnya wanita harus melakukan vaksin HPV. Kami merangkum tiga alasan utama seperti ulasan berikut ini.

  • Virus HPV penyebab utama kanker

Virus HPV tipe 16 dan 18 menjadi penyebab utama kanker serviks yang menjadi momok bagi wanita. Virus ini akan menetap lama di area organ intim, apabila Anda tidak menjaga kebersihan organ intim. Dengan vaksinasi HPV lebih awal, artinya Anda sudah melakukan satu langkah untuk menangkal penyakit mematikan itu.

  • Miss V terkontaminasi

Jika sudah menikah, artinya Miss V sudah aktif berhubungan seksual. Apabila Anda tidak bisa merawat kebersihan kewanitaan Anda, virus HPV mudah masuk dan perlahan-lahan mengubah sensitivitas organ intim.

  • Mencegah kematian dini

Berdasarkan data WHO, mulai tahun 2012 setiap dua menit seorang wanita meninggal karena kanker serviks. Di Indonesia sendiri, pada tahun 2012 itu sekira 20.928 wanita terdiagnosa kanker rahim dan yang meninggal jumlahnya 9.498 jiwa. Sementara di dunia, kanker ini menjadi penyebab kematian keempat terbanyak di dunia dengan satu wanita meninggal setiap dua menit.

Sumber: Obat kanker Serviks Tradisional

25 Nov 2015

Tips Bercinta: Fantasi Seks dengan Memainkan Peran

Tips Bercinta: Fantasi Seks dengan Memainkan Peran

Obat Kanker Serviks TradisionalTips Bercinta: Fantasi Seks dengan Memainkan Peran,- Melakukan foreplay lantas melanjutkan hubungan intim di ranjang bisa menjadi rutinitas yang membosankan bagi pasangan suami istri (pasutri). Ingin variasi yang lebih menantang dan berbeda? tak ada salahnya Anda mencoba bermain peran dengan pasangan. Untuk melakukannya, ada beberapa peran yang bisa dicoba oleh pasutri sehingga kegiatan bercinta malam ini berbeda dari sebelumnya dan pastinya tidak membosankan. Apa saja peran tersebut? berikut rangkumannya.

  • Orang asing di restoran

Obat Kanker Serviks TradisionalUsahakan jangan bertemu dengan pasangan di waktu satu hari tersebut. Jika Anda berdua bekerja, buatlah janji untuk bertemu di sebuah restoran, bar, atau tempat lain sesuai kesepakatan. Jangan lupa, bawalah baju ganti supaya Anda bisa berpenampilan beda dari biasanya. Pertama-tama duduklah terpisah bak orang asing, lalu lakukan kontak mata. Setelah itu, Anda bisa melanjutkan untuk ngobrol, persis saat Anda kencan atau bertemu pertama kali. Momen seperti ini bisa mengembalikan memori ketika Anda berdua bertemu pertama kali. Dengan begitu, diharapkan kedekatan dengan pasangan dan perasaan cinta padanya makin bertambah hingga bisa berujung pada hubungan seks di malam harinya yang lebih menggairahkan.

  • Tahanan dan polisi

Obat Kanker Serviks TradisionalTidak perlu menggunakan kostum tahanan atau polisi, suami dan istri hanya perlu menentukan siapa yang akan bertindak sebagai tahanan dan polisi. Bagi polisi, ia bisa memberikan tantangan bagi tahanan. Ketika ia melakukan kesalahan, pihak polisi bisa menghukumnya. Hukuman yang diberikan pastinya berkaitan dengan aktivitas di ranjang. Tapi ingat, minta si tahanan melakukan hukuman yang memang sudah disetujui olehnya. Misalnya suami meminta istri menari erotis, atau sekadar memijat punggungnya dengan sensual.

  • Pemadam kebakaran

Obat Kanker Serviks TradisionalDalam peran ini, pastinya suami yang akan bertindak si pemadam kebakaran. Haruskah berlari-lari seperti tengah menyelamatkan seseorang? Tidak juga. Hanya sekadar menggendong wanita lalu merebahkannya di kasur kemudian memberi berbagai rangsangan seksual juga bisa dilakukan. Jika situasi di rumah memungkinkan, Anda berdua bisa bermain air dan menyemprot air ke tubuh masing-masing seolah-olah sedang memadamkan api dengan selang air. Bermain basah-basahan juga bisa menjadi langkah awal membuat hubungan di ranjang makin ‘panas’, bukan?

  • Pemijat

Obat Kanker Serviks TradisionalBuat kamar seperti tempat massage di mana ada lilin aromatherapy sehingga suasana kamar menjadi remang-remang. Kemudian, secara bergantian Anda bisa memijat tubuh pasangan dengan pijatan sensual, terutama di zona erotis masing-masing. Pijatan diharapkan bisa membuat pasangan merasa lebih rileks dan kontak kulit dengan kulit membuat Anda berdua makin dekat. Namun, sebaiknya jangan gunakan minyak yang terlalu banyak karena amat licin dan bisa membahayakan jika Anda berdua tidak berhati-hati.

  • Guru dan murid

Obat Kanker Serviks TradisionalMeski terdengar sudah biasa, tapi boleh saja Anda tetap menerapkan peran guru dan murid untuk menambah gairah bercinta. Caranya, hanya tinggal tentukan siapa yang akan menjadi murid dan guru kemudian lakukan adegan seperti guru yang menghukum muridnya, murid yang memiliki hubungan khusus dengan guru, atau guru yang jatuh cinta dengan sang murid. Peran guru dan murid ini juga bisa diterapkan bergantian. Ya namanya juga fantasi seks, tentu bisa sangat liar bukan?

Sumber: Obat Kanker Serviks Tradisional

23 Nov 2015

Keuntungan Pria yang Sudah Dikhitan

Keuntungan Pria yang Sudah Dikhitan

Thinking woman with question marks above the head isolated on white background

Thinking woman with question marks above the head isolated on white background

Keuntungan Pria yang Sudah Dikhitan,- Sebagian pria masih khawatir jika sirkumsisi akan menurunkan kemampuan penis mereka saat berhubungan intim. Padahal kalaupun terjadi penurunan performa atau sensitivitas pada kemaluan, ini tidak sebanding dengan besarnya manfaat yang didapat dari prosedur sirkumsisi itu sendiri. Masih tidak yakin? Simak beberapa manfaat sunat bagi kehidupan seks Anda, seperti halnya dikutip dari Men’s Health berikut ini:

  • Ereksi Lebih Lama

Sebuah riset dari Turki mengungkap, sirkumsisi dapat memperlambat orgasme. Dari percobaan yang mereka lakukan, pria yang sudah disunat rata-rata bisa mempertahankan ereksinya 20 detik lebih lama ketimbang sebelum mendapatkan tindakan sirkumsisi. Meskipun perbedaannya sedikit, peneliti menegaskan bahwa persoalannya bukan pada lama tidaknya ereksi didapatkan, tetapi lebih kepada manfaat sirkumsisi untuk mengatasi ejakulasi dini.

  • Mempermudah Orgasme Istri

Dalam sebuah riset yang dilakukan di Denmark dikatakan wanita yang menikahi pria yang sudah dikhitan lebih sering mengalami gangguan dalam hubungan intim, salah satunya sulitnya mencapai orgasme. Kendati begitu, hal ini bukan berarti setiap wanita lebih memilih pria yang tidak dikhitan, karena kembali lagi itu berkaitan dengan preferensi pribadinya. Namun bagi sebagian wanita, kemaluan pria yang sudah disunat justru memberikan sensasi yang lebih tinggi sehingga mempermudah orgasme.

  • Risiko Kanker Kecil

Terlepas dari soal hubungan ranjang, sirkumsisi juga diketahui menurunkan risiko kanker penis dan prostat pada pria. Sebab foreskin atau kulup yang diangkat saat sunat rentan menjadi tempat berkumpulnya bibit penyakit seperti HPV, yang dapat memicu pertumbuhan kanker.

  • Aman Dari Serangan Infeksi Seksual

Di samping kanker, risiko serangan infeksi menular seksual seperti HIV juga berkurang setelah dikhitan. Kendati masih dalam tahap penelitian, sejumlah peneliti menduga ini karena kulup penis lebih rentan sobek saat bercinta.

Jadi virus lebih mudah masuk ke dalam tubuh lewat bagian kulit itu. Kalau tidak karena lipatan pada kulup juga bisa menjadi tempat yang baik untuk tumbuhnya berbagai jenis bakteri dan virus,” jelas peneliti.

  • Kondom Tidak Mudah Lepas

Pakar seks Debby Herbenick, PhD mengatakan, kondom yang dipakaikan pada penis yang tidak disunat memang berpotensi menimbulkan kebocoran. “Ketika dipasang, kulup tadi akan membuat kondom menjadi tidak pas. Dan saat digunakan, pergerakan penis justru membuat karet itu mudah lepas begitu saja,” jelasnya.

Padahal seks tanpa pengaman tidak hanya akan memperbesar peluang kehamilan tetapi juga memudahkan penularan infeksi menular seksual.

Sumber: Obat Kanker Serviks Tradisional

20 Nov 2015

Bahaya Memakai Kondom Bagi Kesehatan Serviks

Bahaya Memakai Kondom Bagi Kesehatan Serviks

Obat Kanker Serviks TradisionalBahaya Memakai Kondom Bagi Kesehatan Serviks,- Banyak orang memilih untuk menggunakan kondom sebagai pilihan alat kontrasepsi yang paling mudah untuk didapatkan. Selain tidak harus pergi ke apotek, kondom dapat dengan mudah ditemui di toko-toko atau supermarket, murah, dan cara penggunaannya pun mudah. Namun tahu kah Anda, bahwa menggunakan kondom akan sangat berbahaya bagi kesehatan serviks Anda. Berikut ulasan lengkapnya.

Apakah Anda mengira bahwa menggunakan kondom ternyata sangat berbahaya bagi wanita? Banyak orang mengira bahwa kondom adalah cara paling aman dalam mencegah kehamilan, penularan penyakit kelamin serta HIV. Namun sebuah penelitian di Chemical and Veterinary Investigation Institute di Stuttgart, Jerman menemukan bahwa kondom mengandung zat yang dapat menyebabkan kanker.

Pada proses pembuatan kondom, ada sebuah zat yang bernama N-Nitrosamin yang berguna untuk menambah elastisitas. Namun tahukah Anda, Ladies bahwa zat ini lah yang dapat meningkatkan risiko penyakit kanker serviks pada wanita. Zat ini akan terurai ketika terkena cairan sperma, pelumas pada Miss.V bahkan keringat yang ada pada tangan ketika memasangnya.

Hal ini sangatlah disayangkan karena banyak orang yang tidak mengetahui kemungkinan tersebut. Sehingga hingga saat ini, masih banyak orang yang menggunakan kondom sebagai cara mudah untuk melakukan program KB. Jika Anda dan pasangan adalah salah satu pengguna kondom, ada baiknya Anda meninggalkannya mulai malam ini. Cobalah untuk berkonsultasi dengan dokter Anda untuk pemilihan alat kontrasepsi yang lebih aman untuk Anda. Semoga bermanfaat.

Sumber: Obat Kanker Serviks Tradisional

18 Nov 2015

Batas Usia Wanita Lakukan Tes Pap Smear

Batas Usia Wanita Lakukan Tes Pap Smear

Obat Kanker Serviks TradisionalBatas Usia Wanita Lakukan Tes Pap Smear,- Pap smear adalah prosedur untuk menguji untuk kanker serviks pada wanita. Tes ini dilakukan untuk mengumpulkan sel dari leher rahim. Pap smear merupakan alat skrining untuk mendeteksi kanker serviks. Pap smear dibutuhkan oleh kaum perempuan meski tidak perlu terlalu sering melakkan tes pap. Menurut panduan yang dikeluarkan perkumpulan dokter kandungan di Amerika Serikat, seorang perempuan hanya perlu melakukan pap smear setiap 3 sampai 5 tahun. American College of Obstetricians dan Gynecologists mengatakan tes pap memang benar diperlukan bagi perempuan usia 21 hingga 29 tahun. Namun itu diperuntukan bagi perempuan yang menunjukkan tanda-tanda adanya kanker serviks.

Sejak tahun 2003, US Preventive Services Task Force (USPSTF) menyatakan bahwa, pap smear tahunan tidak diperlukan untuk perempuan berumur 21-65 tahun. Dan perempuan yang lebih muda dari 21 tahun juga tidak perlu tes sama sekali. Itu dikarenakan ada bukti yang menunjukkan bahwa skrining tidak menurunkan tingkat kasus kanker serviks atau kematian pada kelompok perempuan muda.

Menurut data dari US National Cancer Institute, lebih dari 12.000 perempuan didiagnosa menderita kanker serviks. Setiap tahun lebih dari 4.000 perempuan kehilangan nyawa akibat penyakit tersebut. Jika perempuan melalukan pap smear karena kelainan pada sel di pintu serviks maka bisa dideteksi lebih awal dan dilakukan pencegahan.

Para ahli juga menyatakan ada rekomendasi baru untuk pap smear, yang dibedakan menurut kelompok usia dan riwayat kesehatan. Di antaranya:

  • Perempuan antara usia 21-65 tahun dapat memperpanjang skrining kanker serviks-nya setiap 5 tahun jika menjalani tes human papilloma virus (HPV) pada saat yang sama seperti pap smear. Infeksi HPV adalah salah satu penyebab utama kanker serviks.
  • Perempuan yang usianya melebihi 65 tahun dan pernah melakukan skrining sebelumnya dan dinyatakan tidak berisiko tinggi dan tidak perlu lagi melakukan pap smear.
  • Perempuan di bawah usia 30 tahun tidak boleh menjalani tes HPV. Karena infeksi sangat lazim pada perempuan usia muda tapi bisa sembuh tanpa harus diobati.
  • Perempuan yang telah menjalani histerektomi dengan pengangkatan leher rahim dan yang tidak memiliki riwayat kantker serviks atau prakanker tidak perlu diskrining, karena risiko yang terkait dengan skrining lebih besar daripada manfaatnya.

Dikutip Mayoclinic, pap smear juga merupakan langkah deteksi dini untuk menghentikan kemungkinan perkembangan kanker serviks di masa depan. Lalu siapa saja yang boleh melakukan pap smear? Secara umum, dokter menyarankan pengujian pap smear mulai dilakukan oleh wanita berusia 21 tahun. Tapi biasanya dokter hanya menyarankan bahwa wanita yang sudah pernah berhubungan seks wajib pap smear rutin. Virus HPV bisa bersarang di serviks karena penyakit menular seks sebelumnya.

Bila belum pernah berhubungan seks, sebaiknya Anda melakukan vaksin HPV saja. Sementara itu, untuk wanita yang lebih tua dari usia 30, pap smear juga dapat dikombinasikan dengan vaksinasi human papilloma virus (HPV). Sayangnya, harga vaksin di Indonesia masih melejit. Karenanya, bahan baku vaksin sangat sulit didapat, sehingga tidak semua orang bisa menjangkau vaksin HPV. Tapi alangkah baiknya Anda melakukan deteksi dini, dari pada Anda menahan rasa sakit dan mengeluarkan biaya besar untuk pengobatan.

Sumber: Obat Kanker Serviks Tradisional

10 Nov 2015

Fakta Pap Smear Pada Kanker Serviks

Fakta Pap Smear Pada Kanker Serviks

Obat Kanker Serviks TradisionalFakta Pap Smear Pada Kanker Serviks,- Pap smear adalah sebuah langkah pengujian medis untuk mendeteksi ada tidaknya gangguan pada leher rahim, biasa berkaitan perihal kanker serviks pada wanita. Adapun wilayah kewanitaan yang diperiksa meliputi sel-sel dari leher rahim hingga panggul. Langkah tes pap smear memberikan fakta medis keberadaan virus papiloma yang notabene adalah virus yang bertanggung jawab menyebabkan kanker serviks.

Pap smear memberikan anda kesempatan untuk melakukan deteksi dini (early detection) dan mengambil langkah yang dibutuhkan sebelum terlampau parah. Para dokter menyarankan para wanita yang setidaknya berusia 21 tahun, yang sudah menikah atau sudah aktif berhubungan seksual untuk melakukan tes pap smear, karena biasanya pada usia tersebut alat reproduksi pada wanita telah berkembang sempurna.

Hal ini boleh dilakukan lebih awal jika ada riwayat kanker serviks dari ibu, seusai menjalani transplansi organ, kemoterapi dan/atau bila memiliki gaya hidup sering berganti pasangan. Kanker serviks memang dapat ditularkan melalui hubungan seksual, tapi bukan berarti orang-orang yang belum pernah berhubungan seksual tidak akan terkena kanker serviks. Kanker serviks dapat terjadi pada setiap wanita. Pap smear merupakan langkah awal deteksi sekaligus langkah pencegahan dini bagi penyakit kanker serviks sebelum semakin parah.

Untuk itu, seperti yang dianjurkan oleh Organisasi Kanker Amerika, wanita berusia 21 tahun atau lebih untuk melakukan pap smear segera. Sehingga dia bisa terhindar dari ganasnya kanker serviks yang jelas dapat merugikan banyak hal dalam hidup seorang wanita sampai dapat menyebabkan kematian. Segeralah berkonsultasi pada dokter anda. Lakukan pap smear dan andapun akan terhindar dari kemungkinan besar terserang penyakit kanker serviks.

Inilah yang diharapkan menjadi perhatian bagi setiap wanita agar dapat mengupayakan pencegahan kanker serviks. Karena kanker serviks seperti kanker lainnya, menjadi penyebab tinggi kematian banyak wanita.

Sumber: Obat Kanker Serviks Tradisional

13 Oct 2015

Plugin Developer FantasticPlugins